Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi Tanah

 

 

             Kesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut.

· Pemupukan, diusahakan dengan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan, dan pupuk kompos.

· Sistem irigasi yang baik, misalnya membuat bendungan-bendungan.

· Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan.

· Menanami lereng-lereng yang telah gundul.

· Menyelanggarakan pertanian di daerah miring secara benar.

 

             Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap hiding horizontal. Semakin besar sudut kemiringan lahan tertentu akan semakin besar kemungkinan erosi dan longsor.

 

             kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi tingkat erosi tanah, maka diperlukan beberapa langkah berikut.

1. Terasering, Yaitu menanam tanaman dengan system berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.

2. Contour Farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menahan tanah.

3. Pembuatan tanggul pasangan(guludan) untuk menahan hasilm erosi.

4. Contour Plowing, yaitu membajak searah garis contur sehingga terjadi alur-alur horizontal.

5. Contour Strip Cropping, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi bidang tanah itu dengan bentuk sempit dan memanjang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok. Masing–masing ditanami tanaman yang berbeda-beda jenisnya secara berselang-seling (tumpang sari).

6. Crop Rotation, yaitu usaha pergantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara akibat diisap terus oleh salah satu jenis tanaman

7. Reboisasi, menanami kembali hutan- hutan yang gundul.

 

             Tingkat erosi suatu lahan akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah untuk pertanian. Semakin tinggi / besar tingkat erosi tanah permukaannya berarti semakin tidak subur dan tidak cocok untuk tanaman petanian pangan.

            

             Pengaturan air (drainage) suatu lahan juga berpengaruh terhadap kondisi kesuburan tanah. Jika pengaturan air jelek, maka tanah akan tergenang bagian permukaannya.

            

             Tidak semua lahan di permukaan bumi dapat dimanfaatkan secara langsung oleh manusia karena terdapat kendala-kendala tertentu, seperti adanya lahan yang tertutup es yang tebal yaitu lahan di kutub dan di pegunungan tinggi, tanah-tanah yang gersang dengan suhu terlalu tinggi seperti lahan-lahan di gurun, lahan-lahan yang tidak subur, serta lahan-lahan yang terdiri atas batu cadas, yang semuanya sangat sulit diolah. Hanya lahan-lahan yang secara kualitatif sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia disebut lahan potensial.

 

             Lahan potensial yang ada di permukaan bumi dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk nonpertanian antara lain dalam bentuk:

1. Pemanfaatan untuk lokasi industri.

2. Pemanfaatan untuk lokasi perdagangan.

3. Pemanfaatan untuk wilayah pemukiman.

4. Pemanfaatan untuk fasilitas-fasilitas sosial seperti hiburan, prasarana, transportasi dan fasilitas- fasilitas sosial lainnya.

 

 

 

 

<< Kembali

Nama web                  : belajargeo-erinz.comoj.com

Administrator         : Ririn Ra’ifatur Rahmah

E-mail                        : iwan_punker@yahoo.co.id

Materi Dasar: Dinamika Perubahan Pedosfer

Indikator yang Diuraikan:

1. Menganalisis penyebab terjadinya erosi tanah dan kerusakan tanah yang lain serta dampaknya terhadap kehidupan.

2. Menganalisis proses terjadinya erosi di lingkungan daerah sekitar.

3. Menganalisis dampak erosi tanah terhadap kehidupan.

4. Menganalisis metode penanggulangan erosi.